Senin, 17 Agustus 2020

Demon Sword Jilid 4 - Messiah



Pada Tahun kekacauan dunia ini akan berada di dalam ambang kehancuran, dunia rusak akibat peperangan antara para Penyihir dengan umat Manusia.

Dan di tengah kekacauan tersebut Lucia sang Dewi Penghancur yang di anugerahi kekuatan All Seeing Eye akan bangkit dari kematiannya dan menyelamatkan dunia ini dari kehancuran.

Lucia sang Dewi Penghancur akan menjadi juru selamat bagi para penyihir dan akan menjadi bencana bagi semua umat manusia yang menentangnya.

Tahun kekacauan akan datang dengan diiringi tiga fase, yaitu:

FASE AWAL KEKACAUAN

Pertama adalah Fase Awal Kekacauan, di dalam fase ini dunia akan gelap gulita dan jutaan makhluk kegelapan telah menginvasi dunia ini, dan pada saat itu seorang Messiah yang dianugerahi Pedang Iblis akan tiba dan menyelamatkan dunia ini dari cengkraman makhluk kegelapan.

Messiah sekaligus pemilik Pedang Iblis itu terlahir dari tangan Abyss, yaitu tangan kegelapan raksaksa yang akan menghapus semua realita yang dilaluinya, dan sang Messiah akan muncul dari Pulau Terlarang yang hanya bisa diakses oleh kaum penyihir.


FASE KEKACAUAN

Kegelapan akhirnya sirna dari dunia ini dan dunia akan dipenuhi dengan kedamaian, namun semua itu hanya sementara, karena kerakusan umat manusia dunia kembali berada di ambang kehancuran.


FASE AKHIR KEKACAUAN

Fase terakhir sekaligus akhir dari tahun kekacauan, pada fase ini Dewi Penghancur akan bangkit dan memusnahkan semua penyebab kekacauan di dunia ini, pada fase ini dunia akan kembali pada keteraturan.

Dikutip dari Kitab Iblis jilid 3.

***

"Jadi pada awal tahun kekacauan seorang Messiah yang dianugerahi Pedang Iblis akan muncul dan menyelamatkan dunia ini dari Makhluk Kegelapan..." gumam Jet, sementara itu di hadapan Jet terlihat seorang pria setinggi tiga meter dengan dua tanduk di dahinya, dan di samping pria bertanduk itu seorang wanita berambut panjang terlihat sedang duduk di bangkunya sambil memerhatikan Jet yang sedang terbaring di kasur.

"Ya, dan Messiah yang dianugerahi Pedang Iblis itu tidak lain adalah kau, Putra Adam," ucap Aura lembut.

"Begitu ya... Jadi aku adalah Messiah yang dimaksud kitab itu ya, lalu bagaimana caraku mendapatkan Pedang Iblis itu, apa dengan memiliki pedang itu aku bisa membunuh pria bertanduk yang berdiri di sampingmu!"

"Cih! Dasar makhluk rendah tidak tahu diri!" Nero yang kesal langsung menghampiri Jet dan mencekik leher pria berambut pirang itu dengan sekuat tenaga.

"HENTIKAN NERO!"

"Ukh se-sak~" Jet berusaha melepaskan tangan Nero yang mencekik lehernya namun perbedaan kekuatan yang cukup besar membuat Jet tidak berdaya dan tidak lama kemudian ia pun pingsan karena kehabisan nafas.

***

Lima jam kemudian...

Jet siuman setelah tidak sadarkan diri selama lima jam lamanya, di kamar ia tidak melihat pria besar yang mencekiknya hingga pingsan, hanya Aura yang sedang tidur di sampingnya.

Hanya dengan berbalutkan kain putih tipis Aura mendekap lengan Jet dengan dada besarnya.

"A, apa ini?" ucap Jet setelah mendapati lengan kirinya yang tengah diapit oleh belahan dada coklat Aura yang sangat besar, "entah kenapa jantungku berdebar sangat kencang nafasku juga tak beraturan, sebenarnya perasaan apa ini?" pikir Jet bingung sementara itu tangan kanannya bergerak dengan perlahan seperti ingin mencengkram dada besar wanita itu.

"Fufu sudah sadar ya?" Ucap Aura mengejutkan Jet.

Wajah Jet pun memerah dan ia pun lekas menarik tangan kanannya yang hampir menyentuh payudara Aura yang besar nan mulus.

"Ukh kau mengagetkanku saja jalang!"

"Fufufu... Kau menyebutku jalang tapi barusan kau ingin meremas payudara besarku, kan?" ucap Aura dengan nada menggoda.

"Cih!" merasa digoda Jet pun beranjak dari kasur dan berjalan perlahan menuju pintu yang mengeluarkan cahaya hijau.

Melihat itu Aura segera bangkit dari kasur, "mau kemana? Di luar gelap loh!"

Jet pun menghentikan langkahnya dan berkata, "dimana pria besar yang tadi bersamamu, aku ingin membuat perhitungan padanya karena telah mencekikku hingga pingsan!"

"Nero maksudmu?" ucap Aura menatap punggung Jet dengan penuh keheranan, "ada apa denganmu, kenapa kau tidak jera juga, padahal seharusnya kau sudah tahu perbedaan kekuatan yang terpaut jauh antara dirimu dengan Nero."

"Fuh perbedaan kekuatan katamu?" ucap Jet sinis, "perbedaan kekuatan tidak cukup untuk membendung keinginan membunuhku yang sangat besar!"

Saat Jet mengatakan itu tiba-tiba saja aura membunuh milik Jet memenuhi ruangan hingga membuat Aura yang sedang duduk di pinggir kasur bergetar ketakutan.

Aura pun turun dari kasur sambil melihat kedua tangannya yang tidak bisa berhenti bergetar. "Tekanan keinginan membunuh yang sangat mengagumkan, apakah manusia bisa membuat aura membunuh sedahsyat ini?"

"Di mana pria besar itu! Aku tidak sabar ingin membunuhnya dengan kedua tanganku!"

"Hmm~ baiklah bila itu maumu..." ucap Aura tersenyum.

"Dimana dia!"

"Sabarlah Messiah." Aura berjalan perlahan mendekati Jet yang membelakanginya, lalu setelah sangat dekat dengan pria berambut pirang itu Aura lekas memeluknya dari belakang dan menyentuh dahi Jet dengan jari telunjuknya.

"Hey apa-apaan kau!" Jet mendorong wanita yang memeluknya hingga terjatuh dan pada waktu yang sama tiba-tiba saja dahi Jet mengeluarkan cahaya berwarna merah dan hal itu membuat Jet sangat panik dan Jet segera melampiaskan kepanikannya dengan menendang-nendang Aura yang masih terkapar di lantai.

"Kau apa yang kau lakukan padaku, hah!" ucap Jet sambil menendang kepala Aura dengan sekuat tenaga.

Tidak lama kemudian cahaya merah di dahi Jet mulai memudar dan setelah cahaya merah itu hilang tiba-tiba saja muncul sebuah tanda bintang Daud berwarna merah di dahi Jet.

Lalu tidak lama setelah tanda bintang Daud itu muncul di dahi Jet, tiba-tiba saja Jet dikejutkan oleh butiran-butiran kecil cahaya merah yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.

"Eh apa ini?!"

"Itu adalah serpihan mana milikku, berkat tanda bintang Daud di dahimu kau bisa melihatnya, ikutilah serpihan mana merah itu maka kau akan bertemu dengannya." setelah Aura mengatakan itu serpihan mana merah di hadapan Jet mulai bergerak menuju pintu keluar kamar.

"Oh jadi barusan kau hanya ingin membantu, maaf telah berburuk sangka," ucap Jet lalu tanpa berkata apa-apa lagi Jet langsung berlari hingga keluar rumah sambil mengikuti butiran-butiran cahaya merah yang menuntunnya.

Di luar sangat gelap bahkan pepohonan disekitar Jet tidak terlihat sama sekali, namun Jet tidak khawatir dengan hal tersebut karena ada serpihan mana merah milik Aura yang memandunya.

"Tidak salah lagi pria itu adalah orang terpilih yang dimaksud dalam kitab Iblis, bila orang terpilihnya seperti dia kurasa aku tidak perlu khawatir dengan para makhluk kegelapan yang akan menyerbu dunia ini," ucap Aura berusaha berdiri.

"Aura dimana pria berambut kuning itu?" ucap Nero yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dapur sambil membawa sepanci sup jamur.

"Roda takdir akhirnya akan berputar, entah menuju keseimbangan atau kekacauan," sambil mengatakan itu wanita dengan kulit sawo matang itu tersenyum sambil menatap Nero dengan tatapan menggoda.

"Aura?"

"Setelah menunggu selama ratusan tahun tugas kita di sini akhirnya selesai Tuan," ucap Aura lalu memeluk kaki kanan Nero yang tingginya setara dengan tinggi tubuh wanita berambut panjang itu. "Sebenarnya aku ingin sekali bercumbu dengan Tuan untuk merayakannya tapi lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum orang terpilih itu membangunkan pedang Iblis dari tidurnya."


To be Continued...

[Baca Chapter Berikutnya]

[Baca Chapter Lainnya]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Newest

Demon Sword Jilid 5 - Pria Bertopeng Malaikat [End]

"Kalau tidak salah nama bajingan itu Nero ya?" Pikir Jet berlari di tengah hutan yang sangat gelap sambil mengikuti puluhan butira...