*Tap! Tap! Tap!*
Di tengah hutan yang sangat gelap Jet berjalan menyusuri hutan dengan penerangan cahaya kuning yang terpancar dari seluruh tubuhnya.
Sepanjang perjalanan Jet hanya melihat pepohonan yang dipenuhi lumut namun anehnya Jet tidak melihat satupun binatang maupun serangga di hutan tersebut.
Setelah menyusuri hutan tersebut selama satu jam Jet segera menghentikan langkahnya karena merasakan kejanggalan dengan hutan yang dijelajahinya.
"Aneh, aku tidak melihat satupun binatang maupun serangga di hutan ini?" pikir Jet heran. "Selain itu kenapa pohon-pohon di hutan ini dipenuhi dengan lumut?"
Tidak lama kemudian Jet kembali berjalan di hutan yang sangat gelap itu dengan bantuan cahaya kuning yang terpancar di seluruh tubuhnya, dan setelah lama berjalan Jet kembali menghentikan langkahnya karena dihadang oleh Danau yang cukup besar, dan di tengah danau tersebut Jet melihat sebuah dataran kecil dengan sebuah pohon besar di atasnya, dan pohon besar tersebut diselimuti cahaya hijau yang menyejukkan mata.
Karena penasaran Jet segera berteleportasi ke dataran kecil yang berada di tengah danau dan dengan gegabah Jet mendekati pohon besar yang memancarkan cahaya hijau tersebut.
"Pohon apa ini, baru kali ini aku melihat pohon yang dipenuhi dengan energi kehidupan sebesar ini," pikir Jet lalu menempelkan telapak tangannya ke pohon besar tersebut.
*Deg!*
Setelah menyentuh pohon besar tersebut Jet terkejut karena cahaya kuning di seluruh tubuhnya tiba-tiba saja dihisap oleh pohon besar tersebut hingga habis.
"Eh?!" Jet yang baru saja kehilangan cahayanya terlihat terkejut dan segera melepaskan tangannya dari pohon tersebut. "A-apa yang barusan terjadi? ja-jangan-jangan!"
Jet yang panik bergegas mencoba kembali memancarkan cahaya kuning di tubuhnya namun cahaya kuning itu tidak lekas keluar dari tubuhnya.
"Apa-apaan ini kenapa cahaya kuning ditubuhku tidak mau keluar?!" pikir Jet panik. "A-aku merasakan firasat buruk, sial aku harus segera pergi dari sini sekarang juga!"
Jet-pun segera mencoba melakukan jurus Teleportasi namun hingga tiga menit lamanya Jet tidak berpindah dari tempat itu, dan hal tersebut membuat pria berambut pirang itu tambah panik dan keringat dingin mulai bercucuran di tubuhnya.
"Sial apa pohon keparat ini telah mencuri kekuatanku!?"
"Bangsat!" Ucap Jet geram lalu menendang-nendang pohon besar di depannya, namun setelah melakukan itu tiba-tiba saja penglihatan Jet mulai mengabur dan tubuhnya goyah kehilangan tenaganya.
"Ke-kesadaranku, sial apa yang baru saja kutendang adalah pohon legendaris yang ada di game Harvest Moon?" Pikir Jet pandangannya terus mengabur hingga menjadi hitam dan tidak lama kemudian Jet pun ambruk tak sadarkan diri.
***
Sementara itu...
Di tepi danau, seorang gadis berambut panjang dengan kulit sawo matang terlihat sedang membasuh tubuhnya dengan air danau, lalu hanya dengan berbalutkan kain putih yang menutupi tubuhnya gadis itu mulai menceburkan dirinya ke danau.
*BYUR!*
Air danau membuat kain tipis yang membalut tubuhnya menjadi transparan dan membuat puting berwarna pink di payudaranya yang besar menjadi terlihat jelas.
Lalu saat wanita berambut panjang itu mulai membasuh payudara besarnya dengan air danau tiba-tiba saja bintik-bintik cahaya hijau yang berkilauan mulai berdatangan mendekati gadis berambut panjang itu.
"Kyah~" Wanita berkulit sawo matang itu mulai mendesah saat dirinya mengusap pelan payudaranya dengan bintik-bintik cahaya hijau yang melayang di sekitarnya.
Bintik-bintik cahaya hijau yang melayang di sekitar wanita tersebut sebenarnya adalah segerombolan Float Slime, mereka sangat kenyal seperti gelatin dan akan bercahaya bila berada di dalam kegelapan.
Wanita berkulit sawo matang itu mengusapkan segerombolan Float Slime ke seluruh tubuhnya guna mensucikan diri, wanita itu melakukan hal tersebut karena dirinya adalah seorang Maiden dari Pohon Jiwa yang terletak di tengah danau.
Setelah tiga puluh menit mensucikan dirinya, gerombolan Float Slime itu mulai bergerak meninggalkan wanita berkulit sawo matang dan pergi menuju Pohon Jiwa yang berada di tengah Danau.
Tidak lama kemudian wanita berkulit sawo matang itu pun bergegas berenang mengikuti kemana gerombolan Float Slime itu pergi.
Lalu saat wanita berkulit sawo matang itu sudah dekat dengan pulau kecil tersebut, wanita itu tiba-tiba saja dikejutkan oleh pria berambut pirang yang sedang tidak sadarkan diri di samping Pohon Jiwa tersebut, wanita itu pun segera mempercepat laju renangnya dan setelah mencapai daratan wanita berambut panjang itu bergegas berlari menghampiri pria berambut pirang yang sedang tidak sadarkan diri dan segera mengusir gerombolan Float Slime yang mengerumuni pria tersebut.
"Manusia?!" Pikir wanita berkulit sawo matang itu terkejut, tidak lama kemudian ia menempelkan telapak tangan kanannya ke pipi kanan pria berambut pirang tersebut. "Kenapa manusia bisa datang ke tempat ini?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar